Malang, 4 September 2026 – Dalam upaya memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai toleransi dan persatuan di lingkungan sekolah, SMP Islam Sabilurrosyad Gasek sukses menyelenggarakan Komunitas Belajar (Kombel) Ke-3 dengan tema Wawasan Kebinekaan Global. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (4/9) di Kantor SMP Islam Sabilurrosyad dan diikuti oleh tenaga pendidik serta staf sekolah.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi wadah bagi warga sekolah untuk berdiskusi dan merefleksikan berbagai persoalan keberagaman yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang mampu menghargai perbedaan sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.
Materi dalam kegiatan Kombel Ke-3 disampaikan oleh Bapak M. Shofwan Hadi, S.H., M.Pd., selaku Guru Pendidikan Pancasila SMP Islam Sabilurrosyad. Dalam pemaparannya, beliau mengajak para peserta untuk memahami bahwa kebinekaan merupakan kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Keberagaman tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari perbedaan manusia, bangsa, hingga bahasa.
Untuk memperdalam pemahaman tersebut, kegiatan dilengkapi dengan simulasi “Permainan Mayoritas dan Minoritas”. Melalui permainan ini, peserta diajak merasakan secara langsung bagaimana berada dalam posisi kelompok yang dominan maupun kelompok yang jumlahnya lebih sedikit.
Simulasi tersebut menjadi ruang refleksi bahwa posisi mayoritas maupun minoritas tidak seharusnya menjadi ukuran tinggi rendahnya nilai seseorang atau kelompok. Perbedaan jumlah bukan alasan untuk mengabaikan hak, martabat, maupun keberadaan kelompok lainnya.
Dalam pemaparannya, Bapak M. Shofwan Hadi juga mengajak peserta melihat keberagaman sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan gender, agama, budaya, suku, ras, dan antargolongan membutuhkan sikap terbuka serta kemampuan untuk saling memahami.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut antara lain prasangka dan stereotip, rasisme dan eksklusivisme, perundungan (bullying), diskriminasi, serta konflik.
Peserta diajak memahami bahwa keberagaman dapat menjadi sebuah kekuatan maupun tantangan, bergantung pada bagaimana keberagaman tersebut dikelola. Ketika dikelola dengan baik, keberagaman dapat menciptakan interaksi positif, membuka ruang untuk saling belajar, mendorong kreativitas, memperkuat kerja sama, dan menghadirkan kemajuan bersama.
Sebaliknya, keberagaman yang tidak dikelola dengan baik berpotensi melahirkan prasangka, diskriminasi, konflik, hingga perpecahan.
Melalui kegiatan Komunitas Belajar Ke-3 ini, SMP Islam Sabilurrosyad Gasek meneguhkan komitmennya untuk terus membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman. Wawasan Kebinekaan Global diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, keberagaman di lingkungan Spesga dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, kreatif, harmonis, dan mendorong kemajuan bersama.