MALANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi semakin bermakna dalam kegiatan Paguyuban Orang Tua Siswa (POS) dan Istighosah Kelas 9A SMP Islam Sabilurrosyad (SPESGA), Ahad (13/9/2026). Tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut juga menjadi momentum evaluasi perkembangan siswi, penyampaian program kelas, serta pemberian apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih selama satu bulan terakhir.
Nuansa religius terasa sejak awal kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Juz 30, kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan pembacaan Maulid Diba’. Setelah itu, acara dibuka oleh MC Ara dan Selvi. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan oleh Nur Adilla, kemudian rangkaian istighosah dipimpin oleh Nur Laili. Seluruh rangkaian tersebut menjadi pembuka yang khidmat sebelum kegiatan memasuki agenda evaluasi dan penyampaian informasi kelas.
Wali kelas 9A, Bu Zuli Laila, selanjutnya menyampaikan sambutan kepada para orang tua siswa. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara sekolah dengan keluarga dalam mendampingi proses pendidikan siswi. Sinergi kedua pihak menjadi bagian penting agar perkembangan akademik, pembiasaan ibadah, maupun karakter siswi dapat terus mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan kegiatan oleh Ibu Hermi Ismawati. Laporan tersebut mencakup berbagai kegiatan dan capaian selama bulan Agustus sekaligus agenda yang akan dilaksanakan pada September hingga Oktober. Penyampaian laporan menjadi bagian dari evaluasi bersama agar program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan dan berbagai target pembinaan siswi dapat dicapai secara optimal.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam kegiatan POS kali ini adalah pemberian buku monitoring harian siswi kepada orang tua. Buku tersebut digunakan untuk memantau perkembangan siswi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Dengan adanya monitoring tersebut, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih terarah mengenai perkembangan putrinya sekaligus memberikan pendampingan dari lingkungan keluarga.
Tak hanya evaluasi, kegiatan POS juga menjadi panggung apresiasi bagi siswi yang menunjukkan capaian positif. Penghargaan Terajin Program Pembiasaan Ibadah diberikan kepada Anisa Ramadhani. Pada kategori Nilai Akademik Akuntabilitas, Terbaik 1 diraih Naurah Rahimi Humairah, Terbaik 2 Atiqa Putri Setiono, dan Terbaik 3 Nur Laili Al Adawiyah.
Sementara dalam Program EDWA, penghargaan Tercepat diberikan kepada Nur Laili Al Adawiyah dengan capaian khatam 30 juz serta Juz 1–13. Tercepat 2 diraih Afiqa Izza Makkiyah Ridwan dengan capaian Juz 1–28, sedangkan Tercepat 3 diberikan kepada Asyifa’ Dzakiyyatuz Zahrah dengan capaian Juz 1-22. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semangat para siswi dalam menjalankan program pembiasaan dan pengembangan diri terus tumbuh.
Bagi para siswi, kegiatan tersebut memberikan ruang untuk melihat kembali perkembangan yang telah dicapai sekaligus menjadi motivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan capaian pada bulan berikutnya. Anisa, Salah satu siswi kelas 9A mengungkapkan bahwa kegiatan POS memberikan manfaat karena perkembangan selama satu bulan dapat diketahui secara lebih jelas.
“Kegiatan POS hari ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengetahui perkembangan selama satu bulan sekaligus mendapatkan motivasi untuk lebih rajin belajar, beribadah, dan mengikuti program EDWA,” ungkapnya.
Respons positif juga disampaikan oleh orang tua siswa. Keberadaan buku monitoring harian dinilai dapat membantu orang tua dalam mengikuti perkembangan putrinya, sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan.
“Kami sebagai orang tua merasa terbantu dengan adanya buku monitoring harian. Dengan begitu, kami bisa ikut memantau perkembangan anak dan memberikan dukungan dari rumah,” tuturnya.
Kegiatan POS dan Istighosah Kelas 9A kali ini pun memiliki makna yang semakin kuat karena dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar kelas 9A untuk menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai inspirasi dalam membangun akhlak, kedisiplinan, semangat belajar, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan yang memadukan aspek spiritual, evaluasi, apresiasi, dan komunikasi tersebut, Spesga terus mendorong terbangunnya kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua. Pendidikan siswi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga agar proses pembentukan karakter dan pencapaian akademik dapat berjalan secara seimbang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Kebersamaan antara siswi, orang tua, dan wali kelas menjadi penanda berakhirnya kegiatan sekaligus simbol kuatnya komitmen bersama dalam mendampingi perjalanan pendidikan siswi kelas 9A Spesga.