MALANG – Membentuk pemimpin masa depan tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Diperlukan pengalaman, pembiasaan, serta kegiatan yang mampu mengasah kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama. Semangat tersebut diwujudkan SMP Islam Sabilurrosyad melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2026 yang dilaksanakan pada 16-17 Oktober 2026 di Kebon Rojo Camp.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB di Lapangan Pondok Pesantren Gasek. Pembukaan LDKS dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Iva Khoirun Nisa’, M.Pd. Pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada para peserta.
Setelah pembukaan, peserta mendapatkan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang disampaikan oleh Serda Weinan dan Pelda Wiwit Harisianto. Materi ini memberikan pembelajaran mengenai kedisiplinan, ketertiban, kekompakan, serta kepatuhan terhadap instruksi. Selanjutnya, peserta mengikuti materi public speaking yang disampaikan oleh Laura Nurrizqi Carrina Firsty, alumni SMP Islam Sabilurrosyad angkatan ke-5. Materi tersebut memberikan bekal kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan di depan umum.
Usai mengikuti materi, peserta melaksanakan Salat Jumat dan Salat Dhuhur berjamaah. Setelah itu, seluruh peserta berangkat menuju Kebon Rojo Camp sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
Setibanya di lokasi, peserta mulai mendirikan tenda sebagai tempat beristirahat selama kegiatan berlangsung. Setelah itu, peserta melaksanakan Shalat Ashar berjamaah dan mengikuti simulasi rapat. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berlatih menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta memahami proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Menjelang malam, peserta diberikan waktu untuk bersih diri, kemudian melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’. Rangkaian ibadah diteruskan dengan Shalat Isya’ berjamaah. Setelah makan malam, peserta mengikuti penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari upaya merancang langkah dan program yang dapat dilaksanakan setelah kegiatan LDKS.
Suasana malam semakin semarak dengan kegiatan api unggun dan jelajah malam. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman kebersamaan peserta di alam terbuka. Setelah seluruh rangkaian kegiatan malam selesai, peserta beristirahat pada pukul 00.00 WIB.
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, peserta bangun pukul 03.45 WIB untuk mempersiapkan diri melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Gus Angga Adi Muryono. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam menjalankan tanggung jawab dan peran kepemimpinan.
Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan senam untuk menyegarkan tubuh sebelum memasuki agenda berikutnya. Materi Leadership dan Team Building kemudian disampaikan oleh Bapak Achmad Tajudin Zahro’u. Materi ini membahas pentingnya jiwa kepemimpinan dan kemampuan membangun kerja sama dalam sebuah tim. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga mencakup tanggung jawab, komunikasi, dan kesediaan bekerja bersama.
Keseruan LDKS 2026 berlanjut melalui kegiatan outbound. Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun kekompakan dan mempererat kebersamaan. Setelah outbound, peserta melaksanakan Shalat Dhuhur berjamaah sebelum memasuki rangkaian penutupan.
Sebagai penanda berakhirnya kegiatan, peserta mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam LDKS 2026. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan pendamping.
Melalui LDKS 2026, Spesga berupaya memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Perpaduan materi kepemimpinan, kedisiplinan, komunikasi, kegiatan keagamaan, serta aktivitas kelompok diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menjalankan amanah organisasi.